ok semoga segala urusan keluarga hanan di beri kemudahan serta maju laris.....
WANITA IBARAT SEPERTI BINTANG DI LANGIT, INDAHNYA MUNGKIN SUKAR DIMILIKI, NAMUN BISA DI TATAPI, KERANA AKHLAKNYA BISA MENGHIASI, SETIAP HIASAN DI BUMI, JIWANYA KENTAL MENGHADAPI, WALAUPUN TAK SEHEBAT PEJUANG ISLAMI TAPI MUNGKIN TEGUHNYA TIADA SIAPA MENANDINGI
Memaparkan catatan dengan label BEBAS. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label BEBAS. Papar semua catatan
Semut,Labah-labah dan Lebah
Assalmmualikum
sahabat semua mari kita renungi....
Tiga binatang kecil ini menjadi nama dari tiga surah di dalam Al-Qur'an.An Naml (semut), Al 'Ankabuut (labah-labah), dan An Nahl (lebah).
Semut, menghimpun makanan sedikit demi sedikit tanpa berhenti. Konon, binatang ini dapat menghimpun makanan untuk bertahun-tahun. Padahal usianya tidak lebih dari setahun. Ketamakannya sedemikian besar sehingga ia berusaha - dan seringkali berhasil memikul sesuatu yang lebih besar dari tubuhnya.
Lain lagi huraian Al-Qur'an tentang labah-labah. Sarangnya adalah tempat yang paling rapuh (Al 'Ankabuut; 29:41), ia bukan tempat yang aman, apapun yang berlindung di sana akan binasa. Bahkan jantannya disergapnya untuk dihabiskan oleh betinanya. Telur-telurnya yang menetas saling berdesakan hingga dapat saling memusnahkan. Inilah gambaran yang mengerikan dari kehidupan sejenis binatang.
Akan halnya lebah, memiliki naluri yang dalam bahasa Al-Qur'an - "atas perintah Tuhan ia memilih gunung dan pohon-pohon sebagai tempat tinggal"
(An Nahl;16:68). Sarangnya dibuat berbentuk segi enam bukannya lima atau empat agar efisen dalam penggunaan ruang. Yang dimakannya adalah serbuk sari bunga.
Lebah tidak menumpuk makanan. Lebah menghasilkan lilin dan madu yg sangat manfaat bagi kita. Lebah sangat disiplin, mengenal pembagian kerja, segala yang tidak berguna disingkirkan dari sarangnya. Lebah tidak mengganggu kecuali jika diganggu. Bahkan sengatannya pun dapat menjadi ubat.
Sikap kita dapat diibaratkan dengan berbagai jenis binatang ini. Ada yang berbudaya 'semut'. Sering menghimpun dan menumpuk harta, menumpuk ilmu yang tidak dimanfaatkan. Budaya 'semut' adalah budaya 'aji mumpung'.
Pemborosan, foya-foya adalah implementasinya. Entah berapa banyak juga jenis 'labah-labah' yang ada di sekeliling kita. Yang hanya berfikir: "Siapa yang dapat dijadikan mangsa"
Nabi Shalalahu 'Alaihi Wasallam mengibaratkan seorang mukmin sebagai 'lebah'. Sesuatu yang tidak merusak dan tidak menyakitkan :"Tidak makan kecuali yang baik, tidak menghasilkan kecuali yang bermanfaat dan jika menimpa sesuatu tidak merusak dan tidak pula memecahkannya"
Semut, menghimpun makanan sedikit demi sedikit tanpa berhenti. Konon, binatang ini dapat menghimpun makanan untuk bertahun-tahun. Padahal usianya tidak lebih dari setahun. Ketamakannya sedemikian besar sehingga ia berusaha - dan seringkali berhasil memikul sesuatu yang lebih besar dari tubuhnya.
Lain lagi huraian Al-Qur'an tentang labah-labah. Sarangnya adalah tempat yang paling rapuh (Al 'Ankabuut; 29:41), ia bukan tempat yang aman, apapun yang berlindung di sana akan binasa. Bahkan jantannya disergapnya untuk dihabiskan oleh betinanya. Telur-telurnya yang menetas saling berdesakan hingga dapat saling memusnahkan. Inilah gambaran yang mengerikan dari kehidupan sejenis binatang.
Akan halnya lebah, memiliki naluri yang dalam bahasa Al-Qur'an - "atas perintah Tuhan ia memilih gunung dan pohon-pohon sebagai tempat tinggal"
(An Nahl;16:68). Sarangnya dibuat berbentuk segi enam bukannya lima atau empat agar efisen dalam penggunaan ruang. Yang dimakannya adalah serbuk sari bunga.
Lebah tidak menumpuk makanan. Lebah menghasilkan lilin dan madu yg sangat manfaat bagi kita. Lebah sangat disiplin, mengenal pembagian kerja, segala yang tidak berguna disingkirkan dari sarangnya. Lebah tidak mengganggu kecuali jika diganggu. Bahkan sengatannya pun dapat menjadi ubat.
Sikap kita dapat diibaratkan dengan berbagai jenis binatang ini. Ada yang berbudaya 'semut'. Sering menghimpun dan menumpuk harta, menumpuk ilmu yang tidak dimanfaatkan. Budaya 'semut' adalah budaya 'aji mumpung'.
Pemborosan, foya-foya adalah implementasinya. Entah berapa banyak juga jenis 'labah-labah' yang ada di sekeliling kita. Yang hanya berfikir: "Siapa yang dapat dijadikan mangsa"
Nabi Shalalahu 'Alaihi Wasallam mengibaratkan seorang mukmin sebagai 'lebah'. Sesuatu yang tidak merusak dan tidak menyakitkan :"Tidak makan kecuali yang baik, tidak menghasilkan kecuali yang bermanfaat dan jika menimpa sesuatu tidak merusak dan tidak pula memecahkannya"
#gadiskental
#hidupmestiberjuang
Kisah Tukang Gunting
Seorang laki-laki bernama Manan datang ke sebuah salon untuk memotong rambut dan janggutnya. Dia pun memulai sedikit perbualan yang hangat dengan tukang gunting yang melayaninya. Berbagai macam topik dibincangkan, hingga akhirnya Tuhan jadi subjek perbualan.
Tukang Gunting: "Encik, saya ini tidak percaya kalau Tuhan itu ada seperti yang encik katakan tadi."
Mendengar ungkapan itu, Manan terkejut dan bertanya, "Mengapa anda berkata demikian?"
"Mudah saja,cuba encik menjengok ke luar tingkap itu dan sedarlah bahwa Tuhan itu memang tidak ada. Tolong jelaskan pada saya, jika Tuhan itu ada, mengapa banyak orang yang sakit? Mengapa banyak anak yang terbiar?. Jika Tuhan itu ada, tentu tidak ada sakit dan penderitaan. Tuhan apa yang mengizinkan semua itu terjadi..." ungkap si tukang gunting dengan nada yang tinggi dan angkuh.
Manan pun berpikir tentang apa yang baru saja dikatakan oleh tukang gunting. Namun, ia sama sekali tidak memberi respon atau jawapan agar perbincangan tersebut tidak menjadi hangat lagi.
Ketika tukang gunting selesai melakukan pekerjaannya, Manan pun berjalan keluar dari kedai tersebut. Baru beberapa langkah, dia bertembung dengan seorang laki-laki berambut panjang dan janggutnya pun lebat. Sepertinya ia sudah lama tidak pergi ke kedai gunting rambut dan itu membuatkannya terlihat tidak kemas.
Manan kembali masuk ke dalam kedai dan kemudian berkata kepada tukang gunting, "Tukang gunting itu sebenarnya tidak adakan sepertimana yang anda kata bahawa Tuhan itu tidak ada!..."
Si tukang gunting pun terkejut dengan perkataan Manan tersebut.
"Bagaimana mungkin mereka tidak ada, buktinya adalah saya. Saya ada di sini dan saya adalah seorang tukang gunting" sanggahnya si tukang gunting.
Manan kembali berkata tegas, "Tidak, mereka tidak ada. kalau mereka ada, tidak mungkin ada orang yang berambut panjang dan berjanggut lebat. Contohnya lelaki di luar itu."
"Ah, anda merepek saja...Tukang gunting selalu ada di mana-mana. Yang terjadi pada lelaki itu adalah bahwa dia tidak mau datang ke kedai saya untuk di gunting rambut dan bercukur." jawabnya tenang sambil tersenyum.
Tegas Manan" "Tepat sekali! Itulah jawapannyanya untuk soalan anda kepada saya tadi. Tuhan itu memang ada. Yang terjadi pada umat manusia itu adalah kerana mereka tidak mau datang mencari dan menemui-Nya. Itulah sebabnya mengapa begitu banyak penderitaan di seluruh dunia ini...."
Mendengar jawapan dari Manan tersebut menyebabkan si tukang gunting diam membisu tidak terkata.
Moral dari kisah diatas:
Dari cerita diatas ini, dapat kita simpulkan bahawa kita sebenarnya lupa akan Allah, tetapi Allah tidak lupa akan kita. Hanya bila kita sakit atau susah barulah kita mengingatiNya sedangkan apabila kita hidup senang dan sihat kita lupa akan kewujudanNya. Renungkanlah seketika. Berapa banyak kalikah kita memujinya pada setiap hari? Dan berapa banyak kalikah kita memuji diri kita dan diri orang lain setiap hari? Dan apabila kita memuji Allah sesudah solat, adakah kita memujiNya dengan bersungguh-sungguh sepertimana kita memuji diri seseorang tokoh
#gadiskentalTukang Gunting: "Encik, saya ini tidak percaya kalau Tuhan itu ada seperti yang encik katakan tadi."
Mendengar ungkapan itu, Manan terkejut dan bertanya, "Mengapa anda berkata demikian?"
"Mudah saja,cuba encik menjengok ke luar tingkap itu dan sedarlah bahwa Tuhan itu memang tidak ada. Tolong jelaskan pada saya, jika Tuhan itu ada, mengapa banyak orang yang sakit? Mengapa banyak anak yang terbiar?. Jika Tuhan itu ada, tentu tidak ada sakit dan penderitaan. Tuhan apa yang mengizinkan semua itu terjadi..." ungkap si tukang gunting dengan nada yang tinggi dan angkuh.
Manan pun berpikir tentang apa yang baru saja dikatakan oleh tukang gunting. Namun, ia sama sekali tidak memberi respon atau jawapan agar perbincangan tersebut tidak menjadi hangat lagi.
Ketika tukang gunting selesai melakukan pekerjaannya, Manan pun berjalan keluar dari kedai tersebut. Baru beberapa langkah, dia bertembung dengan seorang laki-laki berambut panjang dan janggutnya pun lebat. Sepertinya ia sudah lama tidak pergi ke kedai gunting rambut dan itu membuatkannya terlihat tidak kemas.
Manan kembali masuk ke dalam kedai dan kemudian berkata kepada tukang gunting, "Tukang gunting itu sebenarnya tidak adakan sepertimana yang anda kata bahawa Tuhan itu tidak ada!..."
Si tukang gunting pun terkejut dengan perkataan Manan tersebut.
"Bagaimana mungkin mereka tidak ada, buktinya adalah saya. Saya ada di sini dan saya adalah seorang tukang gunting" sanggahnya si tukang gunting.
Manan kembali berkata tegas, "Tidak, mereka tidak ada. kalau mereka ada, tidak mungkin ada orang yang berambut panjang dan berjanggut lebat. Contohnya lelaki di luar itu."
"Ah, anda merepek saja...Tukang gunting selalu ada di mana-mana. Yang terjadi pada lelaki itu adalah bahwa dia tidak mau datang ke kedai saya untuk di gunting rambut dan bercukur." jawabnya tenang sambil tersenyum.
Tegas Manan" "Tepat sekali! Itulah jawapannyanya untuk soalan anda kepada saya tadi. Tuhan itu memang ada. Yang terjadi pada umat manusia itu adalah kerana mereka tidak mau datang mencari dan menemui-Nya. Itulah sebabnya mengapa begitu banyak penderitaan di seluruh dunia ini...."
Mendengar jawapan dari Manan tersebut menyebabkan si tukang gunting diam membisu tidak terkata.
Moral dari kisah diatas:
Dari cerita diatas ini, dapat kita simpulkan bahawa kita sebenarnya lupa akan Allah, tetapi Allah tidak lupa akan kita. Hanya bila kita sakit atau susah barulah kita mengingatiNya sedangkan apabila kita hidup senang dan sihat kita lupa akan kewujudanNya. Renungkanlah seketika. Berapa banyak kalikah kita memujinya pada setiap hari? Dan berapa banyak kalikah kita memuji diri kita dan diri orang lain setiap hari? Dan apabila kita memuji Allah sesudah solat, adakah kita memujiNya dengan bersungguh-sungguh sepertimana kita memuji diri seseorang tokoh
#otakbagivibrate
Kisah Paku Di Tiang
Assalammualikum
sahabat semua jom...cuci otak
Beberapa ketika yang silam, ada seorang ikhwah yang mempunyai seorang anak lelaki bernama Mat. Mat membesar menjadi seorang yang lalai menunaikan suruhan agama. Meskipun telah berbuih ajakan dan nasihat,suruhan dan perintah dari ayahnya agar Mat bersembahyang, puasa dan lain-lain amal kebajikan, dia tetap meninggalkannya.Sebaliknya amal kejahatan pula yang menjadi kebiasaannya.
Kaki judi, kaki botol, dan seribu satu macam jenis kaki lagi menjadi kemegahannya. Suatu hari ikhwah tadi memanggil anaknya dan berkata, "Mat, kau ni terlalu sangat lalai dan berbuat kemungkaran. Mulai hari ini aku akan pacakkan satu paku tiang di tengah halaman rumah kita. Setiap kali kau berbuat satu kejahatan,maka aku akan benamkan satu paku ke tiang ini. Dan setiap kali kau berbuat satu kebajikan, sebatang paku akan kucabut keluar dari tiang ini."
Bapanya berbuat sepertimana yang dia janjikan, dan setiap hari dia akan memukul beberapa batang paku ke tiang tersebut. Kadang-kadang sampai berpuluh paku dalam satu hari. Jarang-jarang benar dia mencabut keluar paku dari tiang.
Hari bersilih ganti, beberapa purnama berlalu, dari musim ribut tengkujuh berganti kemarau panjang. Tahun demi tahun beredar.Tiang yang berdiri megah di halaman kini telah hampir dipenuhi dengan tusukan paku-paku dari bawah sampai ke atas. Hampir setiap permukaan tiang itu dipenuhi dengan paku-paku. Ada yang berkarat lepat dek kerana hujan dan panas. Setelah melihat keadaan tiang yang bersusukan dengan paku-paku yang menjijikkan pandangan mata, timbullah rasa malu. Maka dia pun berazamlah untuk memperbaiki dirinya. Mulai detik itu, Mat mula sembahyang. Hari itu saja lima butir paku dicabut ayahnya dari tiang. Besoknyas sembahyang lagi ditambah dengan sunat-sunatnya.Lebih banyak lagi paku tercabut. Hari berikutnya Mat tinggalkan sisa-sisa maksiat yang melekat. Maka semakin banyaklah tercabut paku-paku tadi. Hari demi hari, semakin banyak kebaikan yang Mat lakukan dan semakin banyak maksiat yang ditinggal, hingga akhirnya hanya tinggal sebatang paku yang tinggal melekat di tiang.
Maka ayahnyapun memanggil anaknya dan berkata: "Lihatlah anakku, ini paku terakhir, dan akan aku cabutkannya keluar sekarang. Tidakkah kamu gembira?" Mat merenung pada tiang tersebut, tapi disebalik melahirkan rasa gembira sebagai yang disangkakan oleh ayahnya, dia mula menangis teresak-esak. "Kenapa anakku?" tanya ayahnya, "aku menyangkakan tentunya kau gembira kerana semua paku-paku tadi telah tiada."Dalam nada yang sayu Mat mengeluh, "Wahai ayahku, sungguh benar katamu, paku-paku itu telah tiada,tapi aku bersedih parut - parut lubang dari paku itu tetap kekal ditiang, bersama dengan karatnya."
Moral :
Rakan yang dimuliakan, Dengan dosa-dosa dan kemungkaran yang seringkali diulangi hinggakan menjadi suatu kebiasaan ,kita mungkin boleh mengatasinya, atau secara beransur-ansur menghapuskannya,tapi ingatlah bahawa parut-parutnya akan kekal. Dari itu, bilamana kita menyedaridiri ini melakukan suatu kemungkaran,ataupun sedang diambang pintu habit yang buruk, maka berhentilah serta-merta. Kerana setiap kali kita bergelimang dalam kemungkaran, maka kita telah membenamkan sebilah paku lagi yang akan meninggalkan parut pada jiwa kita, meskipun paku itu kita cabut kemudiannya. Apatah lagi kalau kita biarkan ianya berkarat dalam diri ini sebelum dicabut. Lebih-lebih lagilah kalau dibiarkan berkarat dan tak dicabut.
#gadiskental
#otakwajibjalan
sahabat semua jom...cuci otak
Beberapa ketika yang silam, ada seorang ikhwah yang mempunyai seorang anak lelaki bernama Mat. Mat membesar menjadi seorang yang lalai menunaikan suruhan agama. Meskipun telah berbuih ajakan dan nasihat,suruhan dan perintah dari ayahnya agar Mat bersembahyang, puasa dan lain-lain amal kebajikan, dia tetap meninggalkannya.Sebaliknya amal kejahatan pula yang menjadi kebiasaannya.
Kaki judi, kaki botol, dan seribu satu macam jenis kaki lagi menjadi kemegahannya. Suatu hari ikhwah tadi memanggil anaknya dan berkata, "Mat, kau ni terlalu sangat lalai dan berbuat kemungkaran. Mulai hari ini aku akan pacakkan satu paku tiang di tengah halaman rumah kita. Setiap kali kau berbuat satu kejahatan,maka aku akan benamkan satu paku ke tiang ini. Dan setiap kali kau berbuat satu kebajikan, sebatang paku akan kucabut keluar dari tiang ini."
Bapanya berbuat sepertimana yang dia janjikan, dan setiap hari dia akan memukul beberapa batang paku ke tiang tersebut. Kadang-kadang sampai berpuluh paku dalam satu hari. Jarang-jarang benar dia mencabut keluar paku dari tiang.
Hari bersilih ganti, beberapa purnama berlalu, dari musim ribut tengkujuh berganti kemarau panjang. Tahun demi tahun beredar.Tiang yang berdiri megah di halaman kini telah hampir dipenuhi dengan tusukan paku-paku dari bawah sampai ke atas. Hampir setiap permukaan tiang itu dipenuhi dengan paku-paku. Ada yang berkarat lepat dek kerana hujan dan panas. Setelah melihat keadaan tiang yang bersusukan dengan paku-paku yang menjijikkan pandangan mata, timbullah rasa malu. Maka dia pun berazamlah untuk memperbaiki dirinya. Mulai detik itu, Mat mula sembahyang. Hari itu saja lima butir paku dicabut ayahnya dari tiang. Besoknyas sembahyang lagi ditambah dengan sunat-sunatnya.Lebih banyak lagi paku tercabut. Hari berikutnya Mat tinggalkan sisa-sisa maksiat yang melekat. Maka semakin banyaklah tercabut paku-paku tadi. Hari demi hari, semakin banyak kebaikan yang Mat lakukan dan semakin banyak maksiat yang ditinggal, hingga akhirnya hanya tinggal sebatang paku yang tinggal melekat di tiang.
Maka ayahnyapun memanggil anaknya dan berkata: "Lihatlah anakku, ini paku terakhir, dan akan aku cabutkannya keluar sekarang. Tidakkah kamu gembira?" Mat merenung pada tiang tersebut, tapi disebalik melahirkan rasa gembira sebagai yang disangkakan oleh ayahnya, dia mula menangis teresak-esak. "Kenapa anakku?" tanya ayahnya, "aku menyangkakan tentunya kau gembira kerana semua paku-paku tadi telah tiada."Dalam nada yang sayu Mat mengeluh, "Wahai ayahku, sungguh benar katamu, paku-paku itu telah tiada,tapi aku bersedih parut - parut lubang dari paku itu tetap kekal ditiang, bersama dengan karatnya."
Moral :
Rakan yang dimuliakan, Dengan dosa-dosa dan kemungkaran yang seringkali diulangi hinggakan menjadi suatu kebiasaan ,kita mungkin boleh mengatasinya, atau secara beransur-ansur menghapuskannya,tapi ingatlah bahawa parut-parutnya akan kekal. Dari itu, bilamana kita menyedaridiri ini melakukan suatu kemungkaran,ataupun sedang diambang pintu habit yang buruk, maka berhentilah serta-merta. Kerana setiap kali kita bergelimang dalam kemungkaran, maka kita telah membenamkan sebilah paku lagi yang akan meninggalkan parut pada jiwa kita, meskipun paku itu kita cabut kemudiannya. Apatah lagi kalau kita biarkan ianya berkarat dalam diri ini sebelum dicabut. Lebih-lebih lagilah kalau dibiarkan berkarat dan tak dicabut.
#gadiskental
#otakwajibjalan
Kisah Budak Hitam
Assalammualaikum..
jom kita baca cerita pengajaran
biar celik sikit mindaa
Tiga orang budak hitam berjalan-jalan di atas pasir di persisiran sebuah pantai. Tiba-tiba seorang dari mereka tertendang sebiji botol. Beliaupun mengambil botol tersebut. Botol tersebut tertutup rapat dengan penutup gabus. Kesemua mereka kehairanan dan tertanya-tanya apa yang ada di dalam botol tersebut. Lalu salah seorang dari mereka pun membukanya. Terbuka sahaja botol tersebut, keluarlah seekor jin yang amat besar.
Jin tersebut ketawa-terbahak-bahak lalu berkata " Siapakah engkau hai manusia yang telah membebaskan aku? Aku telah terkurung dalam botol ini selama 20 tahun. Dalam masa terkurung aku telah bersumpah akan menyempurnakan 3 hajat sesiapa yang membebaskan aku dari botol ini.. Nah! Sekarang kamu semua pintalah apa-apa, akan aku tunaikan permintaanmu"
Ketiga-tiga budak hitam itu mulanya terkejut tetapi bergembira apabila jin tersebut menawarkan untuk menunaikan permintaan mereka. Jin pun berkata kepada budak yang pertama, " Pintalah!" Budak hitam pertama pun berkata . "Tukarkanlah aku menjadi putih supaya aku kelihatan cantik" Jin pun menunaikan permintaannya. Lalu budak itu pun menjadi putih. Jin pun berkata kepada budak hitam kedua,"Pintalah!".
Budak hitam kedua pun berkata ." Tukarkanlah aku menjadi putih dan kelihatan cantik, lebih putih dan cantik daripada budak yang pertama". Jin pun menunaikan permintaannya. Lalu budak itu pun menjadi putih dan cantik lebih daripada budak yang pertama. Jin pun berkata
kepada budak hitam ketiga, "Pintalah!". Budak hitam ketiga pun berkata ."Tukarkanlah aku menjadi putih dan kelihatan cantik, lebih putih dan cantik daripada budak yang pertama dan kedua".
Jin pun berkata. " Tidak, permintaan itu tidak dapat aku perkenankan. Pintalah yang lain..." Budak hitam ketiga kehairanan dan terfikir-fikir apa yang mahu dipintanya.
Setelah lama berfikir, budak hitam ketiga pun berkata " Kalau begitu, aku pinta kau hitamkan kembali rakan aku yang dua orang itu" Lalu jin pun tunaikan permintaannya. Kembalilah asal hitam kedua-duanya. Jin pun berlalu dari situ dan ketiga-tiga mereka tercengang-cengang dan tidak memperolehi sesuatu apa pun.
Moral:
Sikap dengki, cemburu dan irihati seringkali bersarang di hati manusia. Manusia tidak suka melihat orang lain lebih dari mereka dan mengharapkan mereka lebih dari orang lain. Mereka juga suka melihat nikmat orang lain hilang. Sikap ini sebenarnya pada akhirnya merugikan manusia sendiri.
Sang Kodok
Sekelompok kodok sedang berjalan-jalan melintasi hutan,dan dua di antara kodok tersebut jatuh kedalam sebuah lubang. Semua kodok-kodok yang lain mengelilingi lubang tersebut. Ketika melihat betapa dalamnya lubang tersebut,mereka berkata pada kedua kodok tersebut bahwa mereka lebih baik mati. Kedua kodok tersebut tak menghiraukan komentar itu dan mencuba melompat keluar dari lubang itu dengan segala kemampuan yang ada. Kodok yang lainnya tetap mengatakan agar mereka berhenti melompat dan lebih baik mati.
Akhirnya, salah satu dari kodok yang ada di lubang itu mendengarkan kata-kata kodok yang lain dan menyerah. Dia terjatuh dan mati. Sedang kodok yang satunya tetap meneruskan untuk melompat sedapat mungkin. Sekali lagi kerumunan kodok-kodok tersebut berteriak padanya agar berhenti berusaha dan mati saja. Dia bahkan berusaha lebih kuat dan akhirnya berhasil.
Ketika dia sampai diatas, ada kodok yang bertanya, "Apa kau tidak mendengar teriakan kami?". Lalu kodok itu (dengan membaca gerakan bibir kodok yang lain) menjelaskan bahawa ia pekak. Akhirnya kodok2 tesebut sedar bahwa saat di bawah tadi kodok pekak itu menganggap mereka telah memberikan semangat kepadanya.
Renungan :
Kekuatan hidup dan mati ada di lidah. Kekuatan kata-kata yang diberikan pada seseorang yang sedang "jatuh" justeru dapat membuat orang tersebut bangkit dan membantu mereka dalam menjalani hari-hari.
Kata-kata buruk yang diberikan pada seseorang yang sedang "jatuh" dapat membunuh mereka. Hati hatilah dengan apa yang akan diucapkan. Suarakan 'kata-kata kehidupan' kepada mereka yang sedang menjauh dari jalur hidupnya. Kadang-kadang memang sulit dimengerti bahwa 'kata-kata kehidupan' itu dapat membuat kita berfikir dan melangkah jauh dari yang kita perkirakan.
Semua orang dapat mengeluarkan 'kata-kata kehidupan' untuk membuat rakan dan teman atau bahkan kepada yang tidak kenal sekalipun untuk membuatnya bangkit darikeputus-asaanya, kejatuhannya, ataupun kemalangannya.
Sungguh indah apabila kita dapat meluangkan waktu kita untuk memberikan semangat kekuatan bagi mereka yang sedang putus asa dan jatuh.
#gadiskental
#jiwamestijiwang
Kita Perlu Tahu
SEMUA PERLU TAHU:
🍃🌿🌾🌹
🍃🌿🌾🌹
Jadual Waktu Sistem Badan Manusia!
👳
Waktu Pagi
3:00 am – 5:00 am
Paru-paru – Ini adalah waktu terbaik untuk bangun dari tidur. Ketika ini terdapat lebih banyak kandungan ozon di udara. Ini akan memberi satu sumber tenaga yang baru jika mengamal latihan pernafasan, yoga serta bertakafur. Mereka yang mempunyai asma tidak patut tidur waktu ini dan boleh merasai kesukaran bernafas.
(Subhanallah: bertepatan dgn sunnah bangun tahajjud)
🌅
5:00 am – 7:00 am
Usus Besar - Mereka yang bangun tidur pada waktu ini tidak akan menghadapi masalah sembelit. Jika membuang air besar dan mandi dengan air sejuk diselesaikan dalam waktu ini, masalah kegugupan boleh dihindarkan.
(beruntung yg amal bangun subuh)
☕🚴
7:00 am – 9:00 am
Perut - Sarapan patut diambil dalam tempoh masa ini.
⛳📖
9:00 am – 11:00 am
Limpa – Tidak minum dan makan waktu ini walaupun setitik air. Jika makan pada waktu ini akan mengakibatkan suhu badan meningkat, menambahkan keletihan dan mengurangkan tahap pencernaan. Ini lebih terserlah pada pengidap diabetes yang akan merasa kegigilan dan mengantuk.
(sesuai amal dhuha)
🎑💺
Waktu Tengahari
11:00 am – 1:00 pm
Jantung – Hanya air sahaja yang diambil pada ketika ini. Tidak sepatutnya melakukan kerja berat atau tidur di masa ini. Jika tidak lebih karbon dioksida akan bercampur dengan oksigen. Ini akan meningkatkan kemungkinan terkena serangan jantung,lumpuh atau kesakitan badan. Kebiasaannya pihak hospital akan lebih berjaga-jaga pada waktu ini kerana pesakit jantung dan diabetes berkemungkinan diserang sakit jantung berbanding pada waktu lain.
🍴
Petang
1:00 pm – 3:00 pm
Usus kecil – Makan tengahari pada waktu ini. Selepas itu duduk & tutup mata untuk rehat selama 5 minit. Elakkan dari tertidur.
(sunnah Nabi 'tidur ayam' seketika)
🏫☕🍌🍊
3:00 pm – 5:00 pm
Pundi Kencing – Sesuai untuk mengambil minuman seperti jus buah atau teh.
🗾🏊🏊🚵
5:00 pm – 7:00 pm
Buah Pinggang – Ini adalah masa untuk bersantai dan rehat dari kerja harian. Jika tidak akan memudaratkan ginjal dan jangkitan salur kencing.
🌇
Waktu Malam
7:00 pm – 9:00 pm
Dinding Jantung – Makan malam patut diambil pada waktu ini. Jika tidak akan menimbulkan getaran atau sakit di dada.
🏡
9:00 pm – 11:00 pm
Ini adalah masa untuk mengembalikan semula tenaga organ-organ yang bekerja sejak pagi. Oleh itu sebaiknya waktu ini seseorang itu hendaklah baring dan bersedia untuk tidur. Elakkan dari membaca buku, menonton tv atau bekerja.
🌆
11:00 pm – 1:00 am
Hempedu – Waktu tidur. Jika masih berjaga akan menyebabkan badan kekurangan tenaga untuk bekerja di hari esoknya.
🌃
Waktu Lewat Malam
1:00 am – 3:00 am
Hati – Waktu tidur lena. Jika tidak akan memberi kesan kepada penglihatan dan badan lesu.
🔭📚
Itulah ringkasan jadual waktu badan. Kalau dimendalamkan huraian sudah pasti semuanya bersesuaian dgn tuntutan agama Islam.
👳
Waktu Pagi
3:00 am – 5:00 am
Paru-paru – Ini adalah waktu terbaik untuk bangun dari tidur. Ketika ini terdapat lebih banyak kandungan ozon di udara. Ini akan memberi satu sumber tenaga yang baru jika mengamal latihan pernafasan, yoga serta bertakafur. Mereka yang mempunyai asma tidak patut tidur waktu ini dan boleh merasai kesukaran bernafas.
(Subhanallah: bertepatan dgn sunnah bangun tahajjud)
🌅
5:00 am – 7:00 am
Usus Besar - Mereka yang bangun tidur pada waktu ini tidak akan menghadapi masalah sembelit. Jika membuang air besar dan mandi dengan air sejuk diselesaikan dalam waktu ini, masalah kegugupan boleh dihindarkan.
(beruntung yg amal bangun subuh)
☕🚴
7:00 am – 9:00 am
Perut - Sarapan patut diambil dalam tempoh masa ini.
⛳📖
9:00 am – 11:00 am
Limpa – Tidak minum dan makan waktu ini walaupun setitik air. Jika makan pada waktu ini akan mengakibatkan suhu badan meningkat, menambahkan keletihan dan mengurangkan tahap pencernaan. Ini lebih terserlah pada pengidap diabetes yang akan merasa kegigilan dan mengantuk.
(sesuai amal dhuha)
🎑💺
Waktu Tengahari
11:00 am – 1:00 pm
Jantung – Hanya air sahaja yang diambil pada ketika ini. Tidak sepatutnya melakukan kerja berat atau tidur di masa ini. Jika tidak lebih karbon dioksida akan bercampur dengan oksigen. Ini akan meningkatkan kemungkinan terkena serangan jantung,lumpuh atau kesakitan badan. Kebiasaannya pihak hospital akan lebih berjaga-jaga pada waktu ini kerana pesakit jantung dan diabetes berkemungkinan diserang sakit jantung berbanding pada waktu lain.
🍴
Petang
1:00 pm – 3:00 pm
Usus kecil – Makan tengahari pada waktu ini. Selepas itu duduk & tutup mata untuk rehat selama 5 minit. Elakkan dari tertidur.
(sunnah Nabi 'tidur ayam' seketika)
🏫☕🍌🍊
3:00 pm – 5:00 pm
Pundi Kencing – Sesuai untuk mengambil minuman seperti jus buah atau teh.
🗾🏊🏊🚵
5:00 pm – 7:00 pm
Buah Pinggang – Ini adalah masa untuk bersantai dan rehat dari kerja harian. Jika tidak akan memudaratkan ginjal dan jangkitan salur kencing.
🌇
Waktu Malam
7:00 pm – 9:00 pm
Dinding Jantung – Makan malam patut diambil pada waktu ini. Jika tidak akan menimbulkan getaran atau sakit di dada.
🏡
9:00 pm – 11:00 pm
Ini adalah masa untuk mengembalikan semula tenaga organ-organ yang bekerja sejak pagi. Oleh itu sebaiknya waktu ini seseorang itu hendaklah baring dan bersedia untuk tidur. Elakkan dari membaca buku, menonton tv atau bekerja.
🌆
11:00 pm – 1:00 am
Hempedu – Waktu tidur. Jika masih berjaga akan menyebabkan badan kekurangan tenaga untuk bekerja di hari esoknya.
🌃
Waktu Lewat Malam
1:00 am – 3:00 am
Hati – Waktu tidur lena. Jika tidak akan memberi kesan kepada penglihatan dan badan lesu.
🔭📚
Itulah ringkasan jadual waktu badan. Kalau dimendalamkan huraian sudah pasti semuanya bersesuaian dgn tuntutan agama Islam.
Langgan:
Catatan (Atom)




.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)